Tampilkan postingan dengan label GALERY FOTO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GALERY FOTO. Tampilkan semua postingan

AGUPENA FLOTIM GELAR LOMBA FOTO PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Memperingati Hardiknas 2016


LOMBA FOTO
BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2016

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016, Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur, menyelenggarakan Lomba Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2016.

Tema Lomba adalah: “Peran Pelaku Pendidikan: Siswa, guru, orangtua, dan kepala sekolah”

Subtema:
1. Perjuangan mencapai cita- cita
2. Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan
2. Perjuangan guru dan siswa dalam dunia pendidikan
3. Memuliakan guru
4. Peran orangtua dan guru dalam membangun karakter kejujuran siswa

Kriteria Lomba:
1. Kategori lomba foto meliputi 2 kategori yaitu kategori pelajar, kategori guru dan/atau orangtua siswa.
2. Foto adalah karya asli, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, ataupun reproduksi.
3. Foto belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.
4. Fotografer bukan Pengurus Agupena Cabang Flores Timur
5. Pengambilan foto dapat menggunakan kamera DSLR, kamera saku, maupun kamera smartphone high resolution.Lokasi di Kabupaten Flotim.
6. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.
7. Foto dalam format JPEG diposting pada Grup Facebook Potret Pendidikan Flotim atau mengirim ke email agupenaguruflotim@gmail.com.  dibuat pada tanggal 1 Maret s.d 9 Mei 2016, kirim paling lambat tanggal 9 Mei 2016, pukul 16.00 WITA, dengan mencantumkan judul foto dan narasi singkat (kalau ada)
8. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama lengkap, alamat, dan lokasi serta kapan foto didokumentasikan.
9.. Karya Foto yang telah dikirim menjadi milik panitia untuk kepentingan publikasi dan hak siar Agupena Flotim.
10. Pengumuman hasil lomba melalui www.agupenaguruflotim.com, facebook Grup Potret Pendidikan Flotim pada hari Sabtu, 21 Mei 2016.
11. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Agupena Flotim dan uang tunai masing-masing sebesar:
Juara I : Rp  150.000.
Juara II : Rp 100.000
Juara III : Rp  75.000.
12. Keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.
13. Tim juri: Rafiz Balawelin, Joddy Felix dan Maksimus Masan Kian
14. Konfirmasi : 085 253 456 413.

Flotim, 11 April 2016

Panitia

                                                                             Pengurus  Agupena Cabang Kabupaten Flores Timur

AGUPENA FLOTIM BERBAGI KASIH

Menjelang Paskah, Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur ( Flotim) berbagi kasih.


Melalui "Gerakan Katakan Dengan Buku" dengan sasaran sekolah- sekolah di wilayah pelosok Flores Timur (Flotim), Pengurus Agupena Flotim pada Sabtu, 19/3/16 menyambangi Sekolah Dasar (SD) Filial Beda Lima, Lama Ojan Desa Bahingga Kecamatan Tanjung Bunga Flotim. Agupena datang membawa sumbangan buku bacaan untuk anak - anak SD.
SD Filial Beda Lima adalah salah satu SD pada wilayah pelosok Tanjung Bunga. Jarak dari Larantuka Ibu Kota Flotim menuju ke tempat ini sejauh kurang lebih 40Km. Waktu tempuh dengan menggunakan sepeda motor kurang lebih 1 1/2 jam. Kondisi jalan saat keluar dari Kota Larantua baik, namun sebagian rusak parah yang membutuhkan ketabahan menempuh jalan ini.
Pengurus Agupena Flotim yang mengambil bagian pada aksi ini diantaranya Silvester Witin ( Wakil Ketua), Benediktus Bereng Lanan ( Wakil Ketua Sie. Dokumentasi, yang juga selaku koordinator kegiatan), Tobias Tobi Ruron ( Sekretaris Sie. Humas) dan anggota Sie. Humas Jeremias Lagadoni Paun.
Tiba di lokasi tepat pkl 11.00 Wita langsung dilakukan acara penyerahan bantuan buku secara simbolik dari Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian, kepada Kepala SDK Filial Beda Lima Aloysius Beda Maran.

Kepala SD Filial Beda Lima yang juga menjabat sebagai Kepala SD Inpres Lama Ojan,  Aloysius Beda Maran dalam sambutannya mengaku bangga bisa dikunjungi oleh teman - teman dari Agupena Flotim. " Kami merasa bangga atas kunjungan hari ini. Sekolah kami memang belum memiliki bahan bacaan yang memadai. Kondisi ruang kelas yang kurang mendukung, menyulitkan kami dalam menyimpan buku. Tahun tahun ini kami mendapat bantuan  dua gedung baru yang sekarang berlokasi di depan gedung darurat ini, semoga dapat memudahkan kami untuk menyimpan buku - buku bantuan dari Agupena ini. Sekolah kami terdiri dari 6 rombongan belajar dengan jumlah siswa 40 orang diasuh oleh 6 orang guru. Kami berharap, para pihak tidak menutup mata dan tetap memberikan perhatian dalam mendukung upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dan terkhusus lagi di wilayah pelosok. Saya dan anak - anak tetap menaruh harap kepada siapa saja yang bisa membantu kami di sekolah ini. Kata Aloysius.
Ketua Agupena Flores Timur Maksimus Masan Kian dalam sambutannya menyampaikan aksi “Gerakan Katakan Dengan Buku” di Flotim dilaksanakan berangkat dari Agupena mendapatkan sumbangan buku dari Komunitas “Gerakan Katakan Dengan Buku” yang digagas oleh John Lobo (Putra Ngada - Flores) yang saat ini menjadi guru di Kediri Jawa Timur. "Hari ini adalah aksi perdana, dan SD Filial Beda Lima mendapat kunjungan yang pertama. Alasan kami adalah, sekolah ini termasuk berada di wilayah pelosok dan masih memiliki banyak keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana di sekolah," Kata Maksi.

Kepada anak - anak Maksi berpesan, agar bisa mencintai aktivitas membaca sejak dini. "Adik - adik harus bisa membagi waktu untuk bukan saja bermain dengan permainan seperti yang adik - adik lakukan selama ini, namun juga harus diisi dengan kegiatan membaca. Membaca tidak harus di dalam gedung yang mewah, duduk di kursi yang empuk namun membaca dapat dilakukan dimana saja baik itu di rumah, di bawah pohon atau juga di pondok yang ada di kebun," kata Maksi.
Jumlah buku yang disumbang sebanyak 696 terdiri dari 4 judul buku yang isi bukunya lebih pada pendidikan karakter. Berisi cerita bergambar, animasi, dan lain - lain.
Pengurus Agupena Flotim setelah membagikan buku, melakukan foto bersama dan bermain dengan anak – anak. Anak – anak nampak antusias mendapat kunjungan dari Agupena Flotim. Rombongan Agupena Flotim baru meninggalkan SD Filial Beda Lima pada pukul.12.30 Wita. (Maksimus Masan Kian)

PROSESI JUMAT AGUNG MENYINGGAHI 8 ARMIDA


Urutan Good Friday Procession (Prosesi Jumat Agung)
Perjalanan prosesi mengelilingi Kota Larantuka menyinggahi delapan buah perhentian (Armida), yakni
1.      Armida Missericordia (Pantai Besar)
2.      Armida Tuan Meninu (Armada kota)
3.      Armida St. Philipus (Balela)
4.       Armida Tuan Trewa (Larantuka)
5.      Armida Mesti De Campo (Pantekebi)
6.      Armida St. Antonius (Pohon Sirih)
7.      Armida Kuce (Istana Raja)
8.      Armida Desa Lohayong. 

Urutan Armida ini menggambarkan seluruh kehidupan Yesus Kristus mulai dari ke AllahNya (Missericordia), kehidupan manusiaNya dari masa Bayi (Tuan Meninu), masa remaja (St. Philipus) hingga masa penderitaanNya sambil menghirup dengan tabah dan sabar seluruh isi piala penderitaan sekaligus piala keselamatan umat manusia. 

Sejak perarakan keluar dari gereja, para "ana muji" melagukan "popule meus" yang mengisahkan tentang keluhan Allah akan rahmat dan kebaikan-Nya yang disia-siakan oleh umat-Nya. Sementara puteri-puteri Yerusalem meratapi penderitaan dan kesengsaraan Kristus dalam alunan “ejus domine”


Di setiap Armida (perhentian), dalam keheningan nan bening, ketika semua doa dan lagu dihentikan berkumandanglah ratapan Kristus yang memilukan Ovos omnes est dolor sicut dolor meus" (Wahai kalian yang melintas dijalan ini adakah deritamu sehebat deritaku). 

Lagu pilu ini dinyanyikan oleh seorang perempuan berkerudung biru, sembari secara perlahan-lahan membuka gulungan berlukiskan "ecce homo" atau wajah Yesus bermahkota duri yang berlumuran darah. Momentum ini kembali mengingatkan peristiwa Veronika menyapu wajah Yesus ketika dalam perjalanan berdarah menuju bukit tengkorak (Golgota) yang kemudian disusul dengan lagu "sinyor deo missericordia" yang begitu agung oleh barisan Confreria. (Maksimus Masan Kian)

Sumber: FbJon Magasar Bahy
Top of Form
Bottom of Form

TANAH LOT YANG SEKSI

Foto - foto in,i saya potret pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015, diselah - selah perjalanan refresing saya pasca mengikuti Lomba Seleksi Peningkatan Kualifikasi S2 yang diselenggarakan oleh Diknas Tahun 2015
Takjub
Mempesona
Indah
 
 
 


Guru Pembelajar, Program Kemdikbud Pasca UKG

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meluncurkan program peningkatan kompetensi guru yakni guru pembelajar.

"Kami mengenalkan program guru pembelajar. Kami ingin dari namanya, menjelaskan program tersebut yakni tidak hanya murid yang belajar tetapi juga siswa," katanya saat peluncuran program tersebut di Jakarta, Sabtu.

Sifat pembelajar, lanjut Anies, merupakan sifat yang harus ada pada semua baik guru maupun murid.

Dalam pelaksanaan program tersebut menggunakan tiga model guru pembelajar yaitu moda tatap muka, moda dalam jajaring penuh, dan moda kombinasi keduanya.

Sementara materi pembelajaran moda tatap muka menggunakan modul cetak, sedangkan moda dalam jaringan menggunakan modul, lembar kerja, dan lembar informasi yang disusun dan disajikan secara digital.

"Kami semua ingin guru tidak hanya menjadi guru yang tidak mendapat belajar dari ketiga moda tersebut, tetapi juga secara mandiri."

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menjelaskan untuk tahap awal program tersebut diikuti 1.263 peserta. Mereka nantinya akan menjadi narasumber program guru pembelajar.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, menambahkan yang dipilih menjadi narasumber merupakan guru yang memiliki nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) diatas 80, Widyaiswara dari LPMP dan PPPTK, dan dosen.

"Peran narasumber itu sebagai hulu penyampaian materi untuk peningkatan kompetensi guru," kata lelaki yang akrab disapa dengan Pranata itu.

Program tersebut merupakan upaya peningkatan kompetensi guru yang melibatkan pemerintah sebagai partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri.
Sumber :http://www.infogtk.com/2016/05/guru-pembelajar-program-kemdikbud-pasca.html#
 

Menurut Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTT Minhajul Ngabidin, saat ini sementara dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Program Guru Pembelajar oleh Ditjen GTK Kemendikbud RI diikuti oleh P4TK se- Indonesia dan Kadis/ Kabid Kabupaten/Provinsi se – NTT di Hotel Naka Kupang 24-26 Juni 2016.

Informasinya, kurang lebih 26.000 guru di NTT akan segera ditingkatkan kompetensinya melalui Program Guru Pembelajar oleh Ditjen GTK melalui P4TK yang ada di seluruh Indonesia
(Sumber : Facebook Minhajul Ngabidin (Kepala LPMP NTT) 13 jam yang lalu


Laman

Kategori

Pengunjung

Kategori