SEMANA SANTA 2015, ZIARA DI KOTA LARANTUKA- RUTE PROSESI JUMAD AGUNG




(Jalan Masuk Kota Larantuka, Bagian Barat di Sandominggo. Terdapat dua Jalur. Para Peziarah diharapkan untuk mengikuti  jalur kiri. Kurang lebih 30 Meter dari pertigaan, para peziarah diarahakan mengikuti jalan 3. Ada Pos Polisi di tempat ini untuk mengarahkan para peziarah)


Larantuka atau sering dikenal dengan Nagi  merupakan ibu kota dari kabupaten Flores Timur. Larantuka sebuah kota kecil dibawah kaki Gunung Mandiri, tepatnya di ujung pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mayoritas penduduk di wilayah ini beragama Kristen Katolik. Sebagian beragama Islam, Protestan dan Hindu Budha.

Tolerasi antar umat beragama di Kota Larantuka sangat kental. Terbukti pada hajatan atau perayaan hari – hari besar keagamaan seperti perayaan paskah, Remaja Mesjid dilibatkan menjaga keamanaan saat upacara berlangsung, sebaliknya pada perayaan Idul Fitri, Orang Muda Katolik (OMK) membantu umat Islam dalam menjaga keamanaan beribadah. Kebiasaan ini sudah turun temurun yang diwariskan oleh leluhur.
Pada setiap tahun saat perayaan Paskah, Kota Larantuka ramai dikunjungi oleh orang- orang  dari berbagai daerah baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka adalah para peziarah yang datang dengan tujuan untuk berziarah di Kota Larantuka.

Selamat Datang Para Peziarah
Selamat datang para peziarah, walau Larantuka adalah Kota kecil, namun untuk memudahkan para peziarah, baiklah kalau mengikuti sedikit informasi (foto) yang kami sajikan ini.
Informasi yang kami sajikan ini tidak selengkap dari sumber lain yang mungkin bisa diakses oleh para Peziarah. Namun semoga bermanfaat!!!


(Jalan Masuk Kota Larantuka, Bagian Timur di Kelurahan Weri. Terdapat dua Jalur. Para Peziarah bisa melewati jalur kanan jalan tengah, juga bisa melalui jalur kiri jalan bawah dan akan mentok di Kapela Tuan Meninu. Di sini tidak  ada Pos Polisi untuk mengarahkan para peziarah, sehingga diharapkan untuk lebih berhati – hati karena dari arah bawah bagian kiri adalah jalur Taksi Kota)

Rute Perjalanan Prosesi Jumad Agung ( hari Jumad malam) dimulai dari Gereja Katerdal Larantuka.
Sesuai jadwal, Prosesi Jumad Agung akan dimulai pada Pkl.20.00 Wita
 



(Gereja Katedral Larantuka, tempat umat berkumpul dan berdoa sebelum Prosesi Jumad Agung dimulai. Umat akan keluar melewati sisi kanan gereja menuju ke rute jalannya Prosesi dengan posisi memegang lilin yang sementara menyala, sambil berdoa penuh Khusuk. Doa disiapkan dan dibawahkan oleh Petugas. Bisa juga doa spontan dari para peziarah untuk diikuti oleh peziarah yang lain secara bersama - sama)

(Setelah keluar dari Gereja Katedral, umat akan melewati jalur jalan ini hingga pada Armida Suku Ama Kelen dan Ama Hurint Balela di Kapela St. Philipus  Balela, selanjutnya akan berbelok ke arah kiri, menuju ke jalan bawah melewati Tori Tuan Trewa di Sandominggo )

Rute Perjalanan prosesi mengelilingi kota Larantuka pada Jumad malam menyinggahi 8 armida/ perhentiaan (lambang 8 suku yang berfungsi, diantaranya:


1.      Armida Suku Mula Wato (Pantai Besar) di kelurahan Lohayong dan Pohon Sirih

2.      Armida Umat Sarotari, di Pohon Sirih dan Balela, yang berpelindung Amu Tuan Meninu (Tuan Bayi Anak)

3.      Armida Suku Ama Kelen dan Ama Hurint Balela di Kapela St. Philipus  Balela

4.      Armida Suku Kapitan Jentera dengan pelindung Amu Tuan Trewa (Tuan Terbelenggu)

5.      Armida Suku Riberu da Gomes di depan Kapela Tuan Ma

6.      Armida Suku Sau/ Diaz di Kapela Benteng Daud/ Pohon sirih dengan pelindung St. Antonius dari Padua

7.      Armida keluarga Raja Diaz Viera de Godhino di Armida Kuce di depan Istana Raja Larantuka

8.      Armida suku Amaleken Lewonama di Kapela Tuan Ana

 



( Tori Tuan Trewa di Sandominggo, yang akan dilewati oleh Para Peziarah)


(Kapela Tuan Ma yang akan dilewati oleh Para Peziarah. Di kapela Tuan Ma ini, peziarah dapat mencium Tuan Ma setelah perayaan Misa Kamis Putih)


(Rute Perjalanan Prosesi jumad Agung dari Kapela Tua Ma ke Kapela Tuan Ana)



(Kapela Tuan Ana yang akan dilewati oleh Para Peziarah. Di kapela Tuan Ana ini, peziarah dapat mencium Tuan Ana setelah perayaan Misa Kamis Putih)



(Rute Perjalanan dari Kapela Tuan Ana menuju ke Gereja Katedral)


Sesuai jadwal, Prosesi Jumad Agung berakhir pada Pukul 02.45

Foto didokumentasikan oleh: Maksimus Masan Kian (Rabu, 1/4/2015)





komentar itu penting
sebab itu katakan apa yang ingin adan katakan
katakan yang baik atau buruk
asal jangan berkata tentang SARAH dan menyinggung orang lain
EmoticonEmoticon